Showing posts with label Movie Info. Show all posts
Showing posts with label Movie Info. Show all posts

Tuesday, January 3, 2012

Akhir Cerita Komik Doraemon (Fans Versi)


















Thursday, September 29, 2011

Alasan Kenapa Huruf 'l' di Kursi Bioskop (XXI,21,dsb) Ditiadakan



Tidak hanya di 21, XXI dan bioskop-bioskop Indonesia. Seluruh bioskop di belahan dunia pun tidak memiliki deret kursi I di teater mereka. Kenapa? Karena huruf I itu mirip huruf l (L kecil)

sehingga jika ada maka penonton akan kebingungan, bisa salah duduk. Apalagi jika filmnya sudah main dan bioskop gelap, maka akan terjadi sedikit kekacuan karena kemungkinan antara penonton yang salah duduk itu akan saling ribut dan ini sangat menggganggu. Untuk mencegah hal itulah, maka barisan I ditiadakan.




Dihapusnya kursi deret I ini merupakan standar kualitas bintang 5 bagi sebuah bioskop. Jadi kalo agan menemukan bioskop yang ada kursi deret I nya. Maka bioskop tersebut belum memenuhi standar kualitas bioskop bintang 5. Makannya kenapa bioskop yang memiliki kursi I kualitasnya kurang bagus!!


Thursday, September 22, 2011

'The Raid', Film Indonesia Pertama yang Masuk Bioskop AS











Sukses memenangkan Festival Film Toronto 2011, film The Raid (Serbuan Maut)rencananya akan diputar di bioskop Amerika Serikat dan 10 negara dunia lainnya, seperti Canada, Inggris, Prancis, Jerman, Jepang, Australia dan lainnya.

Produser film The Raid Ario Sagantoro yang dihubungi okezone, Rabu (21/9/2011), sempat tidak percaya film yang dibintangi Iko Uwais itu mendapat sambutan penonton. Bahkan sampai berhasil memikat Sony Pictures.

"Sebenarnya film ini juga ikut di festival Cannes, Prancis. Cuma saat itu finishing-nya belum selesai. Kita cuma kirim adegan-adegannya dan ternyata menarik distributor Sony Pictures," urainya.

Diceritakan lelaki yang akrab disapa Toro itu, kemenangan The Raid di festival Toronto diraih melalui kategori The Cadillac People's Choice Midnight Madness Award dan diumumkan pada Minggu 18 September 2011.

"Jadi film kita ini menjadi opening film Midnight Madness weekend. Dan setelah diumumkan pemenangnya, The Raid menjadi film pilihan penonton yang paling banyak ditonton. Itu apresisinya luar biasa. Banyak diperbincangkan media luar negeri," tuturnya bangga.

Film ini, diungkapkan Toro, sangat berbeda dari film action Amerika pada umumnya. The Raid unggul karena memamerkan keindahan koreografi silat yang dibuat sesempurna mungkin.

"Tidak ada fight cut cepat, benar-benar fight bebas. Karena kita ingin intensitas yang kita bangun begitu agresif. Mulai dari opening 100 menit tidak ada nafas buat penonton karena film ini fight-nya hidup atau mati. Kalau film Merantau kan kalah atau atau menang," tandasnya.


Sumber

Thursday, August 18, 2011

5 Lokasi Syuting Film Harry Potter

Seri film Harry Potter memang telah berakhir. Namun, sihirnya tak pernah memudar. Jika Anda salah satu potter mania, berikut beberapa tempat yang dijadikan lokasi syuting pembuatan film yang harus Anda kunjungi:

Alnwick Castle, Inggris


Bangunan dari abad pertengahan adalah yang merupakan istana terbesar nomor dua di Inggris. Kawasan halaman istananya merupakan lokasi dimana Harry Potter belajar menggunakan sapu terbang untuk pertama kali. Uniknya, pada taman istana yang bernama Hulne Park, dijadikan tempat bagi para Potter mania yang ingin mendapatkan pelatihan penggunaan sapu terbang. Di dalam istana pengunjung bisa menjelajahi ruangan-ruangan mewah dan perpustakaan yang memiliki 14,000 koleksi buku.



Lavenham, Inggris


Keunikan arsitektur bangunan abad ke-15 ini dijadikan sebagai Godric Hollow, tempat dimana Harry Potter tinggal bersama kedua orang tuanya yang dibunuh oleh Lord Voldemort. Didalamnya terdapat pub yang bernilai sejarah dan juga ruangan minum teh yang mengagumkan. Bangunan ini seperti membuat para pengunjung kembali ke masa silam.


Freshwater West, Wales



Pinggir pantai Freshwater West di Pembrokershire merupakan lokasi dimana rumah mungil Bill Weasley dan Fleur Delacour berlokasi. Seperti yang diperlihatkan pada bagian kedua film Harry Potter and the Deathly Hallows. Meski rumah tersebut telah dihancurkan, pengunjung bisa menjelajahi keindahan pantainya atau mungkin berperahu menuju Pulau Skomer yang letaknya tak terlalu jauh.


Lacock Abbey, Inggris



Pengunjung bisa memasuki bagian tengah bangunan, yang mana digunakan sebagai ruang kelas dan lorong di Hogwarts. Tempat ini berlokasi di desa abad ke-13, desa Lacock, Wiltshire. Para pengunjung yang merasa penasaran bisa mengunjungi beberapa tempat diluar bangunan yang termasuk tempat pembuatan bir dan roti saat menelusuri halaman rumput dari bangunan.


Edinburgh Cafe, Skotlandia


Kawasan ini bukan merupakan salah satu tempat yang dijadikan sebagai setting film Harry Potter. Melainkan tempat dimana sang penulis novel J.K. Rowling menghabiskan waktunya untuk membuat novel pertama Harry Potter. Sang penulis kerap mengunjungi cafe dalam kota yang bernama The Elephant House dan Spoon Cafe Bistro. 


Sumber

Sunday, August 7, 2011

Serba 7 Di Film Harry Potter


1. Harry dan Neville lahir pada bulan Juli, yaitu bulan ke-7.





2. Voldemort memiliki 7 horcrux.





3. Ginny Weasly adalah anak ke-7 dari 7 bersaudara.





4. Seragam Quidditch Harry bernomor 7.






5. Tim Quidditch beranggotakan 7 orang.






6. Anak2 penyihir bersekolah di Hogwarts selama 7 tahun.





7. J.K Rowling mempersembahkan buku ke-7 untuk 7 orang.

Sunday, July 24, 2011

5 Film Horor Indonesia Terseram Sepanjang Masa

Nostalgia Sebentar. Saya ingat ketika SD, kalo ada film-film Suzanna pasti nonton dan setelah itu jadi tidak bisa tidur saking takutnya ngebayangin seremnya muka Suzanna. Dengan baju putih, mata hitam, rambut panjang dan tebal, juga cerita yang kuat. Yaah, walaupun kalo lagi terbang suka keliatan talinya. Tetep bikin  deg-degan.
Saya rindu film horror jaman dulu yang selalu membuat sya menutup mata hingga takut tidur sendirian. hahah, Dan saya tidak pernah mendapatkan itu ketika masuk ke bioskop untuk nonton film-film horror Indonesia sekarang ini.



1. Pengabdi Setan (tahun 1980)


Pengabdi Setan Merupakan Film Nasional yang dirilis pada tahun 1980, disutradarai oleh Sisworo Gautama Putra, bintang utama Ruth Pelupessy & WD Mochtar.
Menurut keterangan yang dihimpun dari berbagai sumber yang bermuara di google dan wikipedia, film ini pada masanya dikenal sebagai salah satu dari beberapa film horor awal yang menggantikan tema horor yang diwarnai kepercayaan Kristen atau Buddha dengan kepercayaan Islam. Film ini juga sangat terkenal pada masanya bahkan sampai di dunia internasional, serta sempat dirilis dalam berbagai format seperti VHS dan kemudian DVD di berbagai negara seperti Amerika Serikat, Eropa, dan Jepang.



Sinopsis Singkat :
Awal film dibuka dengan adegan pemakaman seseorang. Belum diketahui siapa yang dimakamkan, akan tetapi sutradara menunjukkan fokus adegan pada beberapa karakter utama di film ini yaitu seorang Bapak: Hendarto (WD Mochtar), Anak Perempuan: Rita (Siska Karabety), & Anak Lelaki: Tomi (Fahrul Rozi). Di adegan selanjutnya yaitu Tahlilan di rumah keluarga, baru diketahui ternyata yang meninggal adalah istri dari pak Hendarto, sekaligus ibu dari Rita & Tomi.












2. Telaga Angker (tahun 1984)


Sinopsis Singkat:
Anita (Suzanna) yang tengah mengandung, menjadi korban keganasan penjahat. Ia bersama Lenny, adik suaminya dibunuh, mobilnya ditenggelamkan ke dalam telaga. Ketika peristiwa itu terjadi, suaminya Robby (George Rudy) tengah menjemput anaknya, Rian. Langkah pencarian bersama satuan polisi dikerahkan, tetapi tak ada hasil. Sementara itu, ada penelepon gelap, mengaku bahwa kelompoknya telah membunuh Anita dan Lenny.













3. Sundel Bolong (tahun 1981)

Sundelbolong adalah film horor dewasa tahun 1981 dari Indonesia yang disutradarai oleh maestro film Sisworo Gautama Putra dan diperankan oleh Suzanna dan Barry Prima. Film ini adalah film pertama yang diangkat berdasarkan mitos / legenda rakyat sundel bolong dan dianggap sebagai film yang telah memopulerkan mitos tersebut. Dengan semboyan film "Cantik... menggairahkan... tak kenal ampun!", film ini didistribusikan oleh Rapi Films.
Film horor ini adalah film bertemakan sundel bolong yang pertama dalam serial film sundel bolong yang disutradarai Sisworo Gautama Putra yang sebelumnya telah dikenal luas kepiawaiannya dengan filmnya Primitif (1978) dan Pengabdi Setan (1980) yang terkenal secara internasional.



Sinopsis Singkat:
Alisa (Suzanna) adalah seorang mantan pekerja seks di bawah seorang "Mami" (germo). Hidupnya berubah total setelah dinikahi oleh Hendarto (Barry Prima). Suatu hari seorang pengusaha butik bernama Rudi mengajak Alisa bekerja di toko butiknya. Alisa diminta memperagakan pakaian-pakaian yang ada di butik Rudi. Melihat kecantikan Alisa, Rudi tergoda, namun Alisa menolak dengan halus. Kejadian itu membuat Rudi marah dan merancanakan niat jahat. Alisa diculik oleh orang suruhan Rudi kemudian dibawa ke sebuah bangunan tua dan akhirnya diperkosa.














4. Bayi Ajaib (tahun 1982)

Bayi Ajaib menjadi salah satu judul yang dicari –cari oleh banyak penggemar film horor di Indonesia. Banyak dari mereka yang menganggap kalau film ini adalah salah satu film horor terseram yang pernah dibuat oleh Indonesia. Ironisnya, sebagian besar dari mereka, menganugerahkan gelar tersebut, hanya berdasarkan pada memori masa kecil semata, dimana standar film horor pada waktu itu bisa dibilang jauh lebih rendah dibandingkan dengan jaman sekarang.

Catatan: Dari segi cerita, rasanya tidak salah kalau menganggap film ini kurang lebih terinspirasi dari film The Omen, yang sempat booming di akhir tahun 70an.



Sinopsis Singkat:
Tambang intan di sebuah desa, merupakan sumber persaingan keras antara Kosim (Muni Cader) dan Dorman (WD Mochtar), yang mula-mula mengetahuinya. Mereka berambisi untuk memenangkan kedudukan sebagai lurah yang kebetulan akan dilaksanakan. Dorman yang punya darah Portugis, punya keyakinan bahwa arwah Alberto Domenique, nenek moyangnya yang dikubur di daerah itu akan membantu ambisinya.





5. Jelangkung (tahun 2001)

Jelangkung adalah sebuah film horor dari Indonesia yang dirilis tahun 2001. Film yang disutradarai Rizal Mantovani dan Jose Poernomo ini mengusung tema ritual mistis kuno jailangkung dari Indonesia dan legenda-legenda urban dari daerah Jakarta, Dengan tag-line-nya yang terkenal setelah dirilis, yaitu "Datang tak dijemput, pulang tak diantar". Film ini berbiaya produksi 400 juta rupiah, dengan biaya total 1 miliar rupiah. Film ini tercatat telah ditonton 1,3 juta penonton di layar bioskop setelah dirilis, dengan total penonton sampai sekarang 5,7 juta penonton, dan meraup pendapatan sekitar lima miliar rupiah.



Sinopsis Singkat :
Ferdi (Winky Wiryawan), Gita (Melanie Ariyanto), Gembol (Rony Dozer), dan Soni (Harry Pantja) adalah empat sekawan berbeda karakter dari Jakarta yang selalu penasaran mencari pengalaman bertemu dengan makhluk halus di tempat-tempat angker. Mereka telah mendatangi berbagai tempat yang dikabarkan berhantu, namun tak kunjung menjumpai yang mereka cari. Lelah tidak menemukan yang mereka cari, mereka mendapat ide untuk pergi ke sebuah desa bernama Angkerbatu di daerah Jawa Barat yang dikabarkan banyak mendapat kasus penampakan makhluk halus dan orang kerasukan.


Link

Twitter Delicious Facebook Digg Stumbleupon Favorites More

 
Design by Free WordPress Themes | Bloggerized by Lasantha - Premium Blogger Themes Powered by Blogger | DSW printable coupons